Kami Menggugat
Tulisan ini sebenarnya buah dari kekecawaanku sebagai rakyat biasa yang hidup dilingkungan biasa pula. Aneh memang, kami sebagai rakyat diperas buah keringat kami (aku dan mereka) melalui pajak. Lalu, dikemanakan uang itu oleh kalian hei para penguasa ? Aku akan beberkan fakta2 betapa bobroknya kinerja para penguasa di negeri ini. Karena contoh yang besar sudah sering ditayangkan di televisi dan dimuat di media2 lainnya, maka aku akan tulis contoh kecil yang nyata terjadi dalam kehidupanku :
- Jalan dari rumah tinggalku menuju tempat kerjaku yang berjarak kurang lebih 15 km tak layak disebut jalan, persis seperti kubangan lumpur kalau turun hujan. Bikin rusak kendaraan yang lewat saja ! tak ada perbaikan sama sekali ! aneh !
- Sampah bertumpuk dimana2, padahal kami bayar uang sampah tiap bulan ! aneh lagi !
- Mau ngurus perijinan ribetnya luar biasa, ujung2nya minta pelicin kalu mau lancar katanya ! ini gila pak !
- Penerangan jalan umum di tempat kami pun harus jadi beban kami semua, bukankah ini aneh ?.
Fakta lagi, harga2 sekarang ini mahal tak terkendali, ditambah dengan kondisi ekonomi yang tak menentu. Buat sebagian pengusaha kecil yang jujur ini adalah pukulan telak sebagai sebuah ketidak-pasti an bahkan terancam kebangkrutan, begitu juga buat karyawan tak jauh beda, mungkin PHK sudah diambang pintu...jadi apa yang harus kami perbuat pak ? apa kalian tidak ingat dosa menelantarkan rakyat yang kalian pimpin ini ? atau otak kalian sudah dicetak untuk dungu dan semena2 terhadap rakyat ? kami sungguh tidak mengerti dengan semua ini ! Kami sudah muak dengan semua ini !
Tapi apa daya kami lahir, hidup dan mungkin mati pun di negeri ini, kami harus telan semuanya, menelan semua fenomena kepahitan dan kebusukkan kalian di negeri ini ! Kami sungguh kecewa !
