Adakah Sesuatu yang Salah dengan Negeri Ini ?

Ketika aku melihat tayangan berita di televisi kemarin, kembali liputannya menayangkan banjir yang melanda sebagian kota besar di Sumatera. Rasanya belum pupus dalam ingatan kita saat bencana gempa & tsunami menimpa  Aceh & Nias, disusul semburan awan panas Merapi di Jawa Tengah, lumpur Lapindo yang tak kunjung berhenti, ledakan gak Pertamina akibat lumpur panas, dan masih banyak lagi bencana alam yang tidak mungkin terangkum disini.

Aku kadang merenung sendiri, bukan karena memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kupikirkan, namun hati kecil kadang bertanya2, Apakah bencana ini hanya terjadi di negeri ini, ataukah ditempat lain juga ?. Namun, kembali tayangan TV memberikan informasi kepada kita bahwa memang di negeri ini bencana terus datang silih berganti. Disaat musim kemarau, banyak orang yang kekurangan air, disaat musim penghujan banyak orang yang kebanjiran, tertimbun longsor, dan jelas harta benda hasil jerih payah mereka sia2 semuanya, bahkan nyawa rela mereka pertaruhkan untuk menyelamatkan keluar ganya dari musibah itu. Banyaknya penebangan liar dibeberapa kota seperti Medan, dan hampir seluruh kota besar di Kalimantan membuat hati ini pilu, sudah sedemikian parahnya penjarah di negeri ini, dimana letak hati nurani mereka ? Apakah yang ada dipikirannya hanya uang dan uang ? keuntungan dan keuntungan ? ah..sungguh biadab kalian. Lalu dimana para aparat negera berada ? tak mampukah kalian menghentikan mereka ? segudang pertanyaan terus mengalir tak terbendung dalam hati ini.! Mungkin kalian tidak akan mendegarnya, tapi ingatlah semua perbuatan kalian itu semuanya akan ada pertanggung-jawabannya di mata Sang Pencipta !  ingatlah itu !

Sebagai seorang rakyat biasa, aku berhak kecewa dan sedih dengan semua kejadian ini. Aku hanya bisa menangis menyaksikan mereka yang terkena musibah, sudah sedemikian parahnya kah kerusakan2 di negeri ini akibat keserakahan mereka ? kapankah semua ini akan berakhir ? hanya kalian yang bisa menjawabnya !

Hikmah dibalik suatu Musibah

Musibah bisa menimpa siapa saja, tidak pandang bulu. Karena ini adalah keputusan Sang  Khaliq yang tidak bisa ditawar lagi. Musibah ini bisa sebagai teguran, bisa juga sebagai cobaan Tuhan kepada setiap umat manusia. Kami pun sekeluarga termasuk yang pernah tertimpanya.

Dua hari yang lalu, tepatnya Rabu (20/12/06) rumah kami dimasuki maling. Peristiwa naas itu terjadi antara pukul 10-12 siang, disaat istriku pergi ke pengajian bersama putri kami yang berumur 2,5 tahun. Seperti biasa jam2 segitu aku sedang di kantor dan kebetulan pada hari itu ada keperluan kantor ke Jakarta (kantorku di Bandung). Memang maling yang masuk ke rumah kami mungkin maling yang terdesak kebutuhan perut, karena perabotan dan barang elektronik lainnya tidak diambil, hanya uang kas iuran ibu2 yang jumlahnya tidak terlalu besar, dan hp istriku yang sedang di-charge yang dicuri. Barang lainnya tidak ada yang diambil, karena mungkin susah membawanya. Maling tersebut masuk dengan cara menjebol rumah sebelah yang masih kosong, terus naik ke atap dan menjebol tembok penyekat antara rumahku dan rumah kosong tsb. lalu dia menjebol langit2 kamar anakku. Si Maling masuk dan keluar lewat langit2 yang dijebol tsb.

Istriku mulanya sedikit shock dengan peristiwa itu, karena aku pun menganggap lingkungan kami aman2 saja dari orang2 yang salah jalan ini. Tapi aku mencoba untuk mengingatkannya bahwa ini adalah musibah biasa yang bisa menimpa siapa saja. Terlepas dari musibah itu, kami merelakan barang2 yang hilang itu, karena kami menganggap itulah yang mungkin bukan rezeki kami, siapa tau kami khilaf bahwa masih ada hak orang lain yang belum dikeluarkan  zakatnya tahun ini. Toh semua yang kami dapatkan ini hanyalah titipan sementara Sang Pencipta, dan jelas tidak akan kami bawa mati. Jadi, kami terima peristiwa ini dengan hati yang ikhlas dan lapang dada, semoga Allah, Tuhan semesta jagat raya ini mengampuni dosa2 yang telah kami perbuat selama ini. Sungguh musibah ini membawa kami untuk berintropeksi lebih dalam lagi dalam menjalani dan menata kehidupan yang serba sementara ini supaya lebih baik dimasa mendatang. Semoga...

Menyikapi Subjektivitas Bos

Tak bisa dihindari, subjektivitas dalam suatu lingkungan perusahaan baik besar, menengah, maupun kecil sangat mungkin terjadi. Perilaku ini bisa terjadi pada siapa saja. Kalau subjektivitas terjadi antar staff yang se-level mungkin dampaknya tidak akan terlalu besar terhadap kinerja staff lainnya -walaupun kondisi ini tidak bisa dibiarkan-dalam suatu organisasi perusahaan. Lain halnya kalau kita dihadapkan pada bos -yang sekaligus - pemilik perusahaan selaku atasan kita yang terjangkiti virus ini. Pada suatu perusahaan kecil, perilaku ini akan sangat keliatan dan kadang menimbulkan kesenjangan yang cukup menganggu kinerja staff lainnya. Kesenjangan ini bisa terlihat dari cara berkomunikasi dan bergaul diluar rutinitas kerjaan sampai keistimewaaan2 lain yang tidak didapatkan oleh karyawan lain. Sebagai contoh pemakaian fasilitas/inventaris2 kantor untuk keperluan pribadi yang hanya didapatkan oleh karyawan2 tertentu yang disenangi  oleh bos perusahaan tersebut.

Dalam pandangan sederhanaku -sebagai karyawan biasa sebuah perusahaan kecil-, timbulnya subjektivitas ini bisa timbul dari  kesepahaman idealisme,  kecocokan bicara, cara bergaul, cara pandang terhadap sesuatu, dan mungkin juga dari rasa persamaan ras maupun agama. Atau bisa juga timbul dari perilaku bawahan yang berusaha "menjilat"  ;bosnya biar selalu merasa senang. Biasanya bawahan seperti ini tidak menjelaskan permasalahan2 seputa r tangung- jawab pekerjaan yang sebenarnya, dia hanya menyampaikan yang manis2 saja, kadang2 suka membual asal bos bisa ketawa dan merasa puas dengan hasil kerjanya, sehingga bos tersebut kadang tutup mata saat karyawan yang bersangkutan melakukan kesalahan, karena bualannya itu.

Dampak dari sikap tersebut sangat fatal, mulai dari kekecewaan biasa sampai frustrasi yang mendalam karyawan lain yang merasa diperlakukan tidak adil, sampai ekstrimnya bahkan ada karyawan yang merasa disepelekan potensi dan perannya, sehingga dia mencari alternatif dalam mengembangkan potensinya diperusahaan lain yang  line bussines-nya mungkin sama. Bahkan tidak menutup kemungkinan bila ini terjadi pada karyawan kunci, bisa2 mereka akan secepatnya meninggalkan perusahaan tempat bekerja sekarang ke perusahaan lain yang menjadi kompetitor perusahan tersebut. Atau juga tidak menutup kemungkinan dia akan menggaet investor lain yang bisa lebih fair dan objektif untuk menjadi mitra kerjanya, tidak mustahil bukan ?

Berkaca dari kondisi tersebut, diperlukan kearifan kita untuk menyikapi kasus seperti ini. Kita hendaknya berfikir jernih untuk meluruskan kembali niat kita. Hendaknya kita bekerja didasari oleh niat yang tulus dan ikhlas, karena kita bekerja bukan mengabdi kepada manusia, sekalipun itu bos/pemilik perusahaan tempat kita bernaung. Kita pun tak berhak untuk iri terhadap mereka yang diperlakukan istimewa dimata bos kita, karena siapa tau kita akan semakin teruji dan menjadi manusia yang handal baik dari segi ilmu maupun dari segi ahlak. Semoga !

Seputar Fenomena Kehidupan

Gak penting sebenarnya topik ini, tapi aku merasa ingin menuliskannya, siapa tau kita bisa bercermin dengan potret2 seputar kehidupan bermasyarakat di negeri ini, diantaranya :

  • Pernah suatu waktu aku ketemu pedagang keliling, dia jualan barang pecah-belah. Selain menawarkan dagangannya, dia pun bercerita mengenai silsilahnya, bahwa dia itu masih satu garis keturunan dengan Camat di wilayah kami. Dia bilang " Cep, upami percanten, sanaos emang icalan kieu, emang teh masih kapi alo ka pa camat teh.."  begitu katanya. Kurang lebih artinya begini " Walaupun saya berjualan begini, saya ini masih ada hubungan sodara dengan camat disini". Aku tidak tau maksud orang ini ngomong seperti itu, silahkan tebak sendiri.
  • Saat kami punya tetangga baru, dia bercerita tentang tetangga2 lamanya yang mayoritas orang jawa (maaf bukan rasialis, ini hanya meggutip omongan dia saja). Katanya kalau orang *maksud dia mungkin suku* jawa itu kekeluargaannya kuat sekali, sehingga tetangga waktu dirumah sebelumnya, sangat baik dan saling mengayomi. Dia bilang beda dengan disini yang mayoritas orang sunda. Dia selalu membanga2kan diri sebagai orang jawa (maaf sekali lagi bukan maksud menjelakkan orang jawa) . Aku hanya mengomentari, Lho aku juga kan orang jawa juga, tapi Jawa Barat, emang bedanya apa sih ? kan sama2 orang Indonesia. (dalam hati kok bisa ya...mudah2an hanya dia aja yang masih berfikir begitu). Silahkan dimaknai maksudnya.
  • Pernah suatu ketika kami sekeluarga makan bakso yang lumayan enak di tempat kami, kebetulan kursinya itu berhadap2an dan pengunjung sangat rame sekali. Ketika kami sedang asyik menikmati bakso. Tiba2 ada segerombolan keluarga yang t urun dari mobil mewah dan terus yang duduk dihadapan kami, tanpa basa-basi sedikitpun meja tempat makan bakso kami digeser sehingga bakso kami hampir tumpah. Dia lalu menaruh kunci mobil, dompet, dan handphone mahalnya persis didepan kami. Mereka terus berlagak bos memesan bakso dengan suara lantang, orang2 pun sampai melirik ke arah mereka. Aku tidak tau ini maksudnya apa..inikah salah satu gaya orang2 berduit ? ah tidak tau juga ya.
  • Aku memiliki teman kerja yang selalu bercerita mengenai kehebatan kakak2nya. Setiap ada topik pembicaraan,  d ia selalu menimpali dengan kata2 yang langsung nyambung ke prestasi dan kehebatan kakak2 mapun sodara2nya. Aku heran, masih banyakkah orang seperti ini disini, anda mungkin tau jawabannya.
  • Aku pernah satu deretan kursi di pesawat menuju Medan, dia tanya mengenai aku, aku bilang aku hanya pekerja biasa yang ditugaskan kantor untuk dinas ke kota tsb. Lalu aku balik tanya dia, dia pun cerita banyak tentang liku2 kesuksesan bisnisnya. Katanya kalu pengen bisnis sukses, harus pintar2 mendekati pejabat dan harus dapat menyenangkan hati mereka. " Supaya proyek mengalir terus" Begitu dia bilang. Aku bertanya dalam hati, kalo orang semua berfikir kayak begini, apa jadinya negeri ini ya ? Mudah2an hanya dia saja ya. !

OK pren, mungkin kalian juga punya cerita yang menarik seputar pengalaman kehidupan. Semoga kita bisa saling berbagi.

Poligami dan Opini Publik

Menyimak Surat Pembaca PR (Minggu, 10/11/06), ternyata masyarakat di negeri ini begitu antusias mengemukakan opininy a mengenai poligami. Seandainya kolom tersebut tidak dibatasi, mungkin akan lebih dari itu surat yang masuk akan dimuat.

Beragam alasan yang dikemukakan oleh orang2 tentang poligami. Ada yang membenarkan dengan didasari oleh kajian2 ilmiah yang diadasari oleh keterangan Quran dan Hadits (Sumber Hukum Islam), ada juga yang secara terang2an menolak dengan alasan poligami sangat menyakiti kaum perempuan dan mereka merasa memiliki kesamaan perasaan sebagai kaum yang tersakiti oleh tindakan poligami ini. Itulah fenomena yang sedang terjadi di negeri ini. Tidak tanggung2 poligami ini sudah menjadi agenda pembahasan para petinggi di negeri ini.

Keputusan Da'i kondang di negeri ini berpoligami sungguh terasa dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat. Cemoohan dan gunjingan terus mengalir dari orang2 yang tidak setuju dengan keputusannya itu. Topik2 pembicaraan ringan pun selalu dikaitkan dengan tindakan poligami beliau. Ya itu memang sebuah fenomena yang tidak bisa dihindari, karena sadar ataupun tidak bagi sebagian orang yang mengagumi beliau *terutama kaum perempuan*, tindakan beliau itu walaupun dibolehkan secara agama, namun tetap saja mereka tidak menerima dengan keputusannya itu. Ekstrimnya lagi ada ibu2 yang merobek2 posternya, dan membuang semua aksesoris yang berbau produk perusahaan milik beliau.

Sungguh peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran berharga buat kita. Benar beliau adalah manusia biasa seperti halnya kita, tidak seharusnya kita juga menuntut seseorang figur *walaupun dia seorang Da'i sekalipun* menjadi sempurna di mata kita, karena pada saat harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan, maka kekecewaanlah yang akan timbul dihati kita. Islam tidak mengajarkan kita untuk mengkultuskan seseorang secara berlebihan, dan tidak pula meneladani orang selain Muhammad Rosulullah S.A.W. Jadi, biarkanlah keputusan sang Da'i berpoligami ini sebagai keputusan yang mungkin bisa terjadi pada kita dan keluarga kita. Poligami adalah sebuah pilihan hidup dengan segala resiko yang tentu akan dihadapi oleh orang yang melakukannya. Menghujat, mencela dan memaki lebih tercela dihadapan Tuhan daripada orang yang kita hujat, cela dan maki tersebut. Sudah saatnya sekarang kita  mengevalu asi perilaku kita sendiri sebelum kita jatuh terperosok mengevaluasi perilaku orang lain secara berlebihan..!

PIDATO BUSH

Lelucon ini didapat dari mailing list almamaterku, walaupun sifatnya joke, tapi aku menganggap ini bukan joke biasa, tapi  mendekati kondisi nyata di negeri ini. Terima kasih dan mohon ijin ke penulisnya yah..(soalnya anonymous). *** Info dari Kang Nanda, Nissin Batam.

Begini kira2 isi pidato Bush setelah berkunjung ke Indonesia : 

Ehm ehm...

Kepada yang terhormat Direktur CIA, FBI, Direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, Freeport , Bankir2 Internasional,
Dan semua yang telah membantu kami membiayai perang Iraq , Afghanistan , sertamenyebarluaskan kekuasaan Imperium global, Direktur media dan
televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih.

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya akan melaporkan keadaan Indonesia , yang dulu kita takuti itu,
sekarang sama sekali tak berdaya di hadapan kita.

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah kiriman dari negeri kita, lihatlah
ketika kita jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong ha ha ha ha (hadirin tertawa), yang lebih lucu lagi
kemarin presidennya sendiri yang memelas pada kita untuk menghentikan  embargo itu... ha haha. (hadirin tertawa).. kasihan-kasihan.

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, inidualisme, yang kita ajarkan itu
lewat iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita, propaganda-propagan da kita, sudah tertanam pada hati dan
pikiran sebagian besar dari mereka, jangankan memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan
diri mereka sendiri, bayangkan saja Negara semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi dalam korupsi and dalam urusan berbelanja baju
ke Singapura, mengalahkan Jepang , Australia , dan China sekalipun. ha ha ha (hadirin tertawa ).

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan kita pekerjakan di
perusahaan-perusahaan minyak atau tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya sama dengan loper koran di negeri kita ha ha ha.
(hadirin tertawa ). Bayangkan orang-orang terbaiknya hadirin.

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian  besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat
mudah untuk disuap, untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita. Dasar mental koruptor! ha ha ha
ha (hadirin tertawa ).

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar, 22% APBN mereka habis untuk membayar hutang kepada kita,
sehingga mengurangi anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan sosial mereka. Sehingga di negeri itu banyak penduduknya yang
kelaparan, miskin, sakit dan tak mampu berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena semakin lama jika kondisi tidak berubah, maka akan
tercipta generasi yang lemah dari negeri itu. Yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai, lebih dari 96 % ladang minyak mereka telah kita miliki, tambang batu-bara,
tembaga, emas, yang beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari itu mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku,
walau banyak yang ngopi, komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak, bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah
produksi perusahaan2 kita. ha ha ha (hadirin tertawa),

. Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya, 200 juta lebih penduduk negeri
itu merupakan konsumen bagi produk-produk perusahaan kita.

Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari segi ekonomi, militer, politik, budaya, teknologi, dan lain-lain dan lain-lain

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka saya sarankan agar lebih mengefektifkan promosi budaya konsumtif dan hedonisme kepada
mereka, kepada agen-agen CIA agar memecah belah , tebarkan kecurigaan dan fitnah di antara mereka, biar mereka terus berkelahi dan
tidak punya waktu untuk melawan Imperialisme kita, terus rekrut generasi muda terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusaha an kita,
sehingga tidak akan banyak gerakan yang menentang kita.

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, kepada seluruh pihak yang telah ikut serta
membantu usaha kita, perusahaan-perusaha an Multinasional, Televisi dan Media masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara Sekutu, Economic Hit
Man, Mafia Berkeley, yang terhormat pejabat korup Indonesia . Dan lain-lain, dan lain-lain.

Sekian dan terima kasih.

President USA
George Walker Bush
White House

--
Dia yang menguasai dirinya dan mengendalikan nafsu, keinginan, dan kecemasan, lebih berkuasa ketimbang seorang raja.
John Milton (Penyair Inggris, 1608-1674)


 

Kasus Video Porno YZ-ME : Potret Buram Legislatif di Negeri Ini

Sebenarnya aku kurang suka menulis topik ini, karena ini aib orang. Namun karena sudah bukan rahasia lagi, video-nya sudah beredar dimana2, dan beritanya terus di-update tiap waktu, ya apa boleh buat, tanganku ini tak kuasa untuk tidak menuliskannya.

Kalo  yang diucapkan oleh Sdr. Permadi, S.H. memang benar terjadi, ya inilah realita yang tidak bisa disangkal mengenai perilaku busuk oknum2 anggota Dewan *yang tidak terhormat* ini !. Menurut orang ini, kasus YZ-ME hanyalah kasus yang ketauan aja, masih banyak kasus serupa yang tidak ketauan publik. "Mungkin dia lagi apes saja.." katanya sambil tersenyum tiada beban (ini kuliat sendiri di TV loh !) . Informasi lain menyebutkan,  tak sedikit anggota dewan yang bermain perempuan setiap ada kunjungan kerja atau acara2 yang mengatasnamakan kepe ntingan rakyat. Bahkan di lingkungan kerja DPR sampai ada germo pemasoknya *wallohu alam benar tidaknya* . Tapi ada juga memang yang taat dan jujur, namun bisa dihitung dengan jari .....(mmmh...syukur deh masih ada yang begini).

O...jadi ini toh kerjaan Bapak2 yang  katanya terhormat itu, yang katanya wakil rakyat itu ? bagus...bagus....jadi mau dibawa kemana rakyat kami ini pak ? apakah Bapak2 ini sudah tidak punya lagi hati nurani ? disaat orang susah cari sesuap nasi untuk menyambung hidup, eh malah kalian dengan santainya menghabiskan uang yang kalian dapat dari rakyat itu dengan berfoya2 dan main wanita ? sungguh biadab dan amoral perilaku kalian itu !

Aku tak rela negeri ini menjadi terkenal hanya karena prestasi cabul anggota dewan. Sakit hati kami pak  ! sebagai warga yang mencintai negeri ini kami tak terima dengan perilaku bejat kalian ! Oke, mungkin ini bisa terjadi pada siapa saja, karena khilaf misalnya, atau tidak tahan melihat perempuan cantik. Tapi, tak seharusnya perilaku tak senonoh itu menjadi tontonan puluhan juta orang di dunia. Yang mengherankan, si pelaku wanita dengan pedenya membuka seluruh aib dirinya tanpa perasaan malu sedikitpun, dia bak selebritis dadakan yang terus jadi buruan pencari berita, dia pun dengan santainya nongol di wawancara khusus beberapa stasiun TV. "Ingin mengungkapkan kejadian yang sebenarnya dan mengklarifikasi berita2 yang selama ini menyudutkan aku.!" begitu katanya. Sungguh memalukan ! 

Mahalnya Biaya Menjadi Pejabat

Tak dipungkiri, untuk menjadi seorang pejabat di Indonesia ini memang mahal. Kasus kecil, kemarin di wilayah tempat tinggalku melakukan pemilihan kepala desa. Kulihat seminggu sebelum pelaksanaan pemilihan tampak kandidat kepala desa sibuk melobi kesana-kemari (termasuk ke warga kami) supaya bisa memilihnya. Belum tim sukses yang membagi2kan amplop (baca: pelicin/uang suap)  untuk orang2 tertentu yang dianggap memiliki pengaruh terhadap peraihan suara nanti. Tampak pula puluhan mobil dan ratusan motor yang dibiayai oleh kandidat untuk berkampanye. Mereka pawai berkeliling menghabiskan ratusan liter BBM. Pemborosan menurut saya!

Haruskah demikian jalan yang ditempuh untuk menjadi seorang pejabat di negeri ini ? Itu yang tampak dalam skala kecil, apalagi skala besar, pejabat kakap misalnya, mungkin bisa ratusan juta bahkan milyar dana yang dikeluarkan supaya bisa sukses terpilih.! Sangat wajar, apabila korupsi di negeri ini tetap tumbuh subur, karena memang target mereka (pejabat) adalah bukan mengayomi rakyat, tetapi mengembalikan dana kampanye yang telah dihabiskannya semasa dia belum terpilih. Jadi, jangan terkecoh dengan iming2 hadiah dari mereka sodara2. Karena pada saat terpilih nanti siap2 saja kita menyaksikan kebejatan moral pejabat2 itu. Ini sudah terbukti, bukan fitnah !